Ponsel sebagai Teknologi Budaya dan Budaya Teknologi

Ponsel Sebagai Teknologi Budaya dan, Budaya Teknologi
Ditinjau dari Perspektif Sosiologi
AGENDA

  • ISTILAH
  • PERKEMBANGAN PONSEL DAN TEKNOLOGI TELEKOMUNIKASI
  • DAMPAK PONSEL DAN TEKNOLOGI TELEKOMUNIKASI TERHADAP BUDAYA
  • REKOMENDASI
  • SMART TELECOM
ISTILAH
• ISTILAH
• CIRI – CIRI BUDAYA
• WUJUD BUDAYA
• FUNGSI BUDAYA
• PENYEBAB PERUBAHAN BUDAYA

ISTILAH
  • Komunikasi : peristiwa pertukaran informasi atau berita yang berjalan dan terus menerus
  • 4 komponen terjadinya komunikasi : Pengirim berita (sumber), Pihak yang menerima berita, Isi berita, dan Media penyampai (transmisi)
  • Telekomunikasi adalah setiap pemancaran, pengiriman, dan atau penerimaan dari setiap informasi dalam bentuk benda, isyarat, tulisan, gambar, suara, dan bunyi melalui sistim kawat, optik, radio, atau sistim elektronik lainnya.
  • Budaya adalah hasil karya cipta manusia yang diperoleh dari hasil kegiatan dan penciptaan batin (akal budi) manusia seperti kepercayaan, kesenian dan adat istiadat
  • Kebudayaan diciptakan dengan tujuan demi kepentingan dan peningkatan kesejahteraan hidup manusia


CIRI – CIRI BUDAYA
- Menyeluruh,
- Berkembang dalam ruang atau bidang
geografis tertentu dan
- Berpusat pada perwujudan nilai-nilai tertentu
WUJUD BUDAYA
• Ide dalam tata hidup,
• Tingkah laku dalam tata hidup,
• Produk sebagai:
- Ekspresi pribadi,
- Sarana hidup dan
- Nilai dalam bentuk lahir.
FUNGSI BUDAYA
- Mendasari, mendukung, dan mengisi masyarakat dengan nilai-nilai hidup untuk dapat:
- Bertahan,
- Menggerakkan serta
- Membawa masyarakat kepada taraf hidup tertentu :
- hidup lebih baik,
- lebih manusiawi dan
- berperikemanusiaan.
PENYEBAB PERUBAHAN BUDAYA
Faktor Internal
• Bertambahnya atau
• Berkurangnya produk,
• Penemuan-penemuan baru (inovation),
• Pertentangan-pertentangan dalam masyarakat (konflik) dan
• Adanya pemberontakan atau revolusi.

Faktor Eksernal
• Perubahan lingkungan fisik manusia (bencana alam),
• Pengaruh kebudayaan masyarakat lain dan
• Karena adanya peperangan.
PERKEMBANGAN PONSEL & TEKNOLOGI KOMUNIKASI

PERKEMBANGAN TELEPON DI INDONESIA
• 1974, TELKOM diberikan wewenang untuk menyelenggarakan Telekomunikasi untuk umum di Indonesia
• 1980, Indosat berdiri
• 1990, Berdirian perusahaan radio Panggilan
• 1995, Telkomsel berdiri sebagai perusahaan pertama seluler di Indonesia
• 2006, Smart Telecom berdiri sebagai perusahaan seluler CDMA 2000 1x terakhir di Indonesia

PERKEMBANGAN TELEPON DI INDONESIA

MOBILE BROADBAND SERVICE
– “Indonesia leads South East Asia” in adopting mobile broadband services
» Jumlah koneksi HSPA melebihi koneksi Fixed BB, 315,000 koneksi HSPA dibandingkan dg 300,000 koneksi fixed-broadband pada akhir 2007
» 5.5 juta pelanggan 3G (June 2008)
INTERNET
Indonesia – pengguna berat dari Mobile Internet
• Yahoo!Go
– # 1 in Asia
– # 3 Worldwide
• AdMob
– # 2 Worldwide
• myGamma
– # 1 Top ten list by advertising page view and percent year-on-year growth
• Opera Mini
– # 2 In Opera Mini worldwide traffic (63% traffic = social networking sites)
• Taptu
– In Taptu user base worldwide
BISNIS TELEKOMUNIKASI
– Dipengaruhi oleh:
– Regulasi
– Kemajuan Teknologi
– Permintaan Pelanggan
DAMPAK PONSEL & TEKNOLOGI TELEKOMUNIKASI TERHADAP
EKONOMI & BUDAYA
• PENGARUH TERHADAP EKONOMI
• TELEKOMUNIKASI & BUDAYA
• PENGARUH PADA BUDAYA SOSIAL
• PENGARUH PADA BUDAYA BIROKRAT
• PENGARUH PADA BUDAYA BISNIS
• PENGARUH PADA PENDIDIKAN
PENGARUH TERHADAP EKONOMI
• Pertumbuhan telekomunikasi sebesar 1% secara langsung atau tak langsung memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi sebesar 3% (ITU).
• Peningkatan aktivitas perdagangan akibat pertumbuhan telekomunikasi
• Penyerapan Tenaga Kerja ( padat karya )

TELEKOMUNIKASI & BUDAYA
• Internet pemicu antisocial behavior
– anonymous
– tidak bertatap muka secara langsung
• Budaya kita?
– tidak/kurang belajar dari sejarah
– suka jalan pintas PENGARUH PADA BUDAYA SOSIALAktor (means) pengubah dan sekaligus sebagai Sasaran (ends) dari perubahan
– Memudahkan aktivitas manusia
PENGARUH PADA BUDAYA SOSIAL
• Aktor (means) pengubah dan sekaligus sebagai Sasaran (ends) dari perubahan
• Memudahkan aktivitas manusia
• Penyebab kesenjangan ekonomi dan sosial.
• Teknologi tepat guna menjadi tidak popular

PENGARUH PADA BUDAYA BIROKRAT
• Budaya terbuka
• Disiplin
• Lisan --> Tertulis
• Hirarki --> Jaringan
• Berbagi Informasi Gagap Teknologi
• Loncatan budaya
PENGARUH PADA BUDAYA BISNIS

• e-Biznis baru
• Pangsa Pasar baru
• Riset Pasar murah
• 24 jam /7 hari
• Ubiquitous: every one, every where & every time
• Gagap Teknologi
• Loncatan budaya
• Ancaman Global
PENGARUH PADA PENDIDIKAN
• Dampak Positif
– Perubahan sarana belajar
– Kemudahan mendapat informasi dan bahan belajar
• Munculnya sarana belajar online (e-learning)
– Luas jangkauan komunitas dan interaksi
• Knowledge sharing
– Peningkatan Social interactions, walaupun secara online
– Budaya dengar ke budaya menonton
• Sarana video, televisi
– Collaborative and participatory
– Belajar mandiri
• Dampak Negatif
– berkurangnya nilai kemanusiaan
• Jarangnya interaksi secara fisik
– ikatan emosi dan penghargaan kepada guru akan berkurang
– perubahan mental siswa karena pornografi melalui internet
REKOMENDASI
• D I K W
• PENERIMAAN TEKNOLOGI
• PERANAN PEMERINTAH RECOMENDASI
REKOMENDASI
• Telekomunikasi sebagai pemicu budaya perlu dicermati dengan bijaksana
• Peran Pemerintah dalam menciptakan regulasi yang benar, bijak, dan melindungi masyarakat
• Masyarakat sebagai konsumen perlu melakukan filter terhadap budaya teknologi telekomunikasi yang “tidak sesuai” dengan budaya Indonesia

sumber dari :
Seminar Nasional “Ponsel: Teknologi Budaya dan Budaya Teknologi”
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
24 Desember 2008

Teknologi Budaya dan Budaya Teknologi

Telepon Seluler:
Teknologi Budaya dan Budaya Teknologi
(Studi Tentang Penggunaan HP di Berbagai Negara)

Garis Besar
• Pendahuluan
• Teknologi dan Budaya
• Studi-Studi Penggunaan Telepon Genggam
• Kesimpulan

Pendahuluan
• Teknologi Informasi dan Komunikasi ada di mana-mana dan menjadi lebih prominen
• Komunikasi Bergerak (Mobile) telah menjadi mainstream dan omnipresent
• Telepon genggam/seluler (HP) merupakan teknologi yang lebih cepat diadopsi oleh begitu banyak orang (Katz, 2006)
• HP menjangkau dimana media tidak dapat mencapainya (GSM World, 2006).
• Pada tahun 2006 terdapat sekitar 2,4 milyar HP terjual di dunia, lebih banyak dibandingkan penjualan komputer (GSM World, 2006).
• Ada lebih dari 350 milyar short message service (SMS) yang melintasi jaringan bergerak setiap bulannya (GSM World, 2006).
• Sebuah studi yang dirilis oleh GSM World (2007) memperlihatkan kenaikan 10% dari penetrasi teknologi bergerak yang meningkatkan 1,2% pertumbuhan ekonomi
• Akhir 2007, jumlah pengguna HP di dunia mencapai 3.2 Milyar (Castell, 2008)
• Pasar Telekomunikasi Indonesia

Penetrasi Nirkabel Tahun 2007


Teknologi dan Budaya

Teknologi dan Budaya: Konteks HP
• Technology is extension of man dan the medium is the message (McLuhan, 1964).
• Dasar untuk mengatakan bahwa teknologi mendorong perubahan sosial yang sering disebut oleh technological determinism (LaRose & Straubhaar, 2006, 2008)


Sumber: Marshal McLuhan, Understanding Media, (1964); Robert LaRose & J. Straubhaar, Media Now, (2006, 2008)

Peradaban menentukan teknologi, bukan tidak terbendung (cultural determinism )

ASPEK BUDAYA
tujuan, nilai dan kode etik, kepercayaan, kesadaran dan kreativitas
ASPEK ORGANISASI
Kegiatan ekonomic dan industri,
aktivitas profesional , pengguna dan konsumen, asosiasi perdagangan
ASPEK TEKNIS
Pengetahuan, ketrampilan dan teknik, alat-alat mesin, bahan kimia, sumber daya, produk dan limbah
Sumber: Pacey, Culture of Technology, (2000)

LEVEL :
• Level Pertama, “Definisi Umum”
• Level Kedua, “Kontekstual” atau “Definisi berbasis Pengguna”
• Level Ketiga, “Kommunikatif” atau Definisi “Struktural”
DEFINISI TEKNOLOGI :
• Teknologi sebagai objek fisik, alat, & artefak
• Teknologi sebagai isi atau “piranti lunak”, yang didefinisikan oleh cara penggunaannya
• Teknologi sebagai sistem budaya dan makna sosial
DEFINISI BUDAYA :
• Budaya sebagai “seni” dan “keunggulan estetis”
• Budaya sebagai “cara hidup” atau pengalaman yang hidup dalam orang-orang, komunitas atau kelompok
• Budaya sebagai dasar “sistem struktur”
Studi-Studi Penggunaan HP
• Ranghild Overa (2008) menggambarkan konteks negara Ghana dan memperlihatkan akses HP mempengaruhi kehidupan sehari-hari dan ekonomi bagi pedagang hasil bumi:
– HP menjadi alat komunikasi antara pedagang kota dan desa karena sering berpindah-pindah dan tidak punya kantor
– Pedagang bertukar informasi dan memilih berkomunikasi verbal daripada penggunaan SMS.

• Pui-lam “Patrick” Law dan Yinni Peng (2008) meneliti pekerja migran Cina bagian Selatan berkaitan dengan formasi jaringan kerja yang terbuka dan luas
– HP menjadi alat untuk berkomunikasi dengan keluarga di daerah rural
– HP memperluas jaringan untuk mendapatkan pasar kerja
Sumber: Pui-lam Law & Yinni Peng, Mobile Networks: Migrant Workers in Southern China, (2008)
• Judith Mariscal dan Carla Marisa Bonina (2008) mensurvei penggunaan HP di Mexico
– 49% perempuan muda ditemukan tergantung dengan HP dengan sering menelepon keluarga yang berada di rumahnya.
– Generasi muda sulit membedakan antara komunikasi face-to-face dengan komunikasi dengan menggunakan HP.
Sumber: Judith Mariscal & Carla Maris Bonina, Mobile Communication in Mexico: Policy and Popular Dimensions, (2008)

• Patricia Mechael (2008) meneliti tentang penggunaan HP dalam pelayanan kesehatan di Mesir
– Pemanfaatan HP lebih bermanfaat bagi pekerja kesehatan di daerah pinggiran kota dan rural untuk mengatasi rasa terisolasi
– Pekerja kesehatan menggunakan HP untuk memanggil dan berkoordinasi pejabat yang bertanggung jawab fasilitas kesehatan dan pelayanan gawat darurat
Sumber: Patricia Mechael, Health Services and Mobiles: A Case from Egypt, (2008)


• Lourdes M. Portus (2008) mengeksplorasi pemanfaatan HP bagi komunitas miskin kota Filipina
– HP dibeli secara kredit (empat kali bayar) dengan bunga 20% dan pengisian pulsa dengan prepaid
– HP dibeli untuk memperlihatkan status
– HP berguna untuk tetap berhubungan dengan keluarga di rumah mengantisipasi kriminalitas
– HP dimanfaatkan untuk memperluas pengawasan terhadap anak.
Sumber: Lourdes M. Portus, How the Urban Poor Acquire and Give Meaning to the Mobile Phone, (2008)

• Christian Licoppe (2008) meneliti tentang nada panggil HP (ringtone) di Amerika Serikat
– Ringtone digunakan untuk membedakan atau mengenali penelepon
– Ringtone dianggap mewakili “musik dalam pikiran” dan ekspresi diri
– Ringtone dimanfaatkan untuk memberikan kesenangan bagi penelepon jika tidak diangkat
Sumber: Christian Licoppe, The Mobile Phone’s Ring, (2008)

• Scott Campbell (2007) mensurvei tentang penggunaan HP dalam konteks Apparatgeist dan Fashion di Hawaii
– Apparatgeist = ‘spirit of machine’, kebiasaan manusia dalam mengadopsi HP (Katz & Aakhus, 2002)
– HP menjadi alat berkomunikasi untuk membangun relasi, keamanan, kenyamanan, dan ekspresi diri
– HP menjadi simbol gaya hidup, fashion dalam teknologi, representasi anggota kelompok.
Sumber: Scott Campbell, Mobile Technology and The Body: Apparatgeist, Fashion, and Function, (2008)
• Naomi S. Baron (2008) meneliti tentang volume suara dan multitasking dalam HP
– Perempuan merasa lebih terganggu ketika mendengarkan ringtone dan suara orang bertelepon dengan menggunakan HP karena lokasi yang tidak pas (spt. rumah ibadah, toilet)
– Laki-laki merasa terganggu ketika ada orang lain yang mendengarkan (‘nguping’) pembicaraannya di HP
– 73,9% mahasiwa melakukan multitasking baik antara komputer, HP, dan komunikasi face-to-face
Sumber: Naomi S. Baron, Adjusting the Volume: Technology and Multitasking in Disourse Control, (2008)

• Richard S. Ling (2008) meneliti dengan kohesi dan ritual sosial dalam penggunaan HP
– SMS menjadi alat untuk mempererat interaksi antara pasangan yang sedang berpacaran di Jepang (Ito, 2005)
– HP menjadi alat untuk mengucapkan selamat (mis. HUT) tanpa dibatasi ruang dan waktu
– Penggunaan kata “hug” sebagai penutup dalam SMS spt: “Have a good night, hug”, “Do you want to spend the night? Hug”.
Sumber: Richard S. Ling, The Mediation of Ritual Interaction via the Mobile Telephone, (2008);
M. Ito, Mobile phones, Japanese youth and the re-placement f social contact, (2005)

• Kakuko Miyata, Jeffrey Boase, dan Barry Wellman (2002, 2004, 2005) meneliti tentang pengaruh sosial ‘Keitai’ (Internet berbasis HP).
– Penggunaan keitai lebih banyak untuk email dibandingkan dengan PC.
– Keitai menjadi alat utama komunikasi yang berguna untuk menjaga hubungan antara sesama pengguna spt kedekatan emosional dan bantuan finansial.
Sumber: Kakuko Miyata, Jeffrey Boase, & Barry Wellman, The Social Effect of Keitai and Personal Computer Email in Japan, (2008)
• Ilpo Koskinen (2008) meneliti tentang Multimedia Service (MMS):
– MMS digunakan untuk “moblog”, mobile blogs, citizen journalism, dan media massa bergerak.
– MMS memberikan elemen sosial, sensual, dan emosi.
– MMS mengarahkan masyarakat pada kelompok yang nomaden.

• On-Kwok Lai (2008)meneliti penggunaan HP di Jepang untuk perlindungan anak-anak salah satunya dengan RFID:
– Lebih dari 81% responden sangat menyukainya untuk mendapatkan informasi keberangkatan dan kedatangan anak-anaknya (MIC 2005, 2006)
– NTT DoCoMo membuat pasar “kids mobile” untuk keamanan dengan alarm 100 dB dan panggilan darurat (MIC, 2006)
– Orang tua berlangganan “ima-doco” (Where are you now?) (Japan Times, 2005).
Sumber: On-Kwok Lai, Locating the Missing Links of Mobile Communication in Japan: Sociocultural Influences on Usage by Children and the Elderly, (2008). MIC, White Paper, (2005, 2006); Japan Times, DoCoMo handset for kids boasts crime alarm (2005)


• Peter B. White dan Naomi Rosh White (2008) meneliti penggunaan HP di kalangan turis di Selandia Baru
– HP digunakan untuk mendapatkan dukungan emosi dari rumah dan kekangenan terhadap keluarga
– SMS lebih banyak dipergunakan untuk menjaga kontak sedangkan Voice digunakan untuk keadaan darurat
– HP menjadi representasi kehadiran dengan keluarga, teman, dan rekan bisnis selama liburan.
Sumber: Peter B. White & Naomi Rosh White, Maintaining Co-presence: Tourists and Mobile Communication in New Zealand, (2008)

• Jonathan Donner, Nimmi Ragaswamy, Molly Wright Steenson, and Carolyn Wei (2008) meneliti penggunaan HP di keluarga kalangan menengah di India
– Karena masalah finansial, HP dipinjamkan, di sewa dan pembayaran tagihannya dikumpulkan secara kolektif dalam anggota keluarga
– Pada keluarga yang ingin selalu dekat dengan anggota keluarga lainnya, HP digunakan untuk berkomunikasi tanpa harus bertemu secara fisik
– Bagi pasangan pacaran yang berbeda kasta, HP menjadi alat untuk membangun relasi romantis tanpa harus takut diketahui dan ditentang oleh keluarga masing-masing


Sumber: Jonathan Donner, Nimmi Ragaswamy, Molly Wright Steenson, & Carolyn Wei, “Express Yourself” and “Stay Together”: The Middle-Class Indian Family, (2008)



• Mohammad Ibahrine (2008) meneliti penggunaan HP di Arab
– 90% remaja Arab menggunakan SMS, “Arab Generation Txt” (Arab Advisory Group, 2005)
– Bluetooth menjadi alat untuk bertukar nomor HP antara laki dan perempuan tanpa harus dihalangi atau dibatasi oleh Mutawaeen (Aboud, 2005)
– Adanya pelarangan penggunaan kamera HP di shopping mall (Kawach, 2003) dan pemisahan shopping mall (Daoussary, 2006)
– Adanya UU yang melarang penggunaan teknologi Bluetooth di Bahrain (Daoussary, 2006)


Sumber: Mohammad Ibahrine, Mobile Communication and Sociopolitical Change in the Arab World, (2008); Arab Advisors Groups, Only 56% of Arab cellular operators provide the MMS service, while Marocco and Lebanon have the highest SMS rates in the Arab, (2005); G. Aboud, Teenagers sinking their teeth into new technology, (2005); S. Doussary, The first law in the Gulf countries against the misuse of the Bluetooth wireless technology, (2006); N. Kawach, Camera mobile phone may be new security irritant, (2
• Mohammad Ibahrine (2008) meneliti penggunaan HP di Arab:
– 96% responden pada American University di Kairo dan Universitas Kairo percaya bahwa diperlukan aturan baru untuk meregulasi HP di ruang publik
– Pemerintah Saudi Arabia melarang penggunaan HP untuk memilih “Star Academy” (Saudi Arabia Idol) (Hammond, 2005)
– HP digunakan untuk mendapatkan pasangan dalam kawin kontrak (Misyar) (Al-Arabiya.net, 2005)
– SMS banyak digunakan untuk mengucapkan Selamat Idul Fitri (Howeidy, 2006)

Sumber: Mohammad Ibahrine, Mobile Communication and Sociopolitical Change in the Arab World, (2008); A. Hammond, Saudi telecom stops text vote for Arab talent show, (2005), Al-Arabiya.net, The mobile phone and the Misyar, (2005); A. Howeidy, Lessons learned, (2006)

• Mohammad Ibahrine (2008) meneliti penggunaan HP di Arab:
– Walaupun ada fatwa tentang pelarangan penggunaan HP berkamera (Mishkas, 2004, Geledi, 2005), Fatwa-fatwa juga didistribusikan melalui SMS spt:
“Penggunaan SMS antara anak laki-laki dan perempuan diharamkan oleh Syariah Islam, dan yang mengarah kepada tindakan tersebut dilarang….” (International Islamic News Agency, 2004).

Sumber: Mohammad Ibahrine, Mobile Communication and Sociopolitical Change in the Arab World, (2008); A. Mishkas, Saudi Arabia to overturn ban on camera phones, (2004), S. Geledi, Camera phones still banned at schools, (2005); IINA
• Shahiraa Sahul Hameed (2008) meneliti efek penggunaan HP di Singapura
– HP menyebabkan pengurangan sentralisasi pengawasan di sekolah sejak murid memiliki alat untuk mengakses dan memberikan akses di luar sekolah
– Muslim Religious Council of Singapore (MUIS) dan Registar of Muslim Marriage (ROMM) menerima penggunaan SMS untuk talak, namun akan memberikan denda SGD 500 (3 juta rupiah) atau 6 bulan hukuman penjara di bawah UU Syariah Islam jika tidak melapor ke Pengadilan Syariah dalam waktu 6 hari setelah pengiriman SMS.
– Pemerintah Singapura meminta penggunaan kartu prabayar untuk melakukan registrasi dan membatasi seseorang untuk tidak memiliki lebih dari 10 SIM Card.

Sumber: Shahiraa Sahul Hameed, The effect of Mobile Telephony on Singaporean Society, (2008)
• Howard Rheingold (2008) meneliti dan mendokumentasikan tentang HP dan SMS sebagai alat yang mempengaruhi demonstrasi publik dan pemilihan umum
– Di Ghana, HP menjadi alat untuk melaporkan kebohongan di tempat pemungutan suara ke stasiun radio lokal
– Di Kenya, SMS menjadi alat kampanye, berita polling, dukungan politik (Kagai, 2002; Kalondo, 2005)
– Di Hungaria, SMS menjadi alat propaganda politik selama pemilu (Danyi & Sukosd, 2003)
– Di Italia, SMS menjadi kampanye untuk PM Silvio Berlusconi, ‘Sostieni Molto Silvio’ yang berarti ajakan untuk mengirimkan kalimat promosi ke lima orang berikutnya (Rhiengold, 2008).



Sumber: Howard Rheingold, Mobile media and political collective action, (2008); B. Kagai, Mobile phone plays role in free Kenya elections, (2008); E. Kalondo, Kenyans hold peaceful referendum after bitter campaign, (2005); Danyi & Sukosd, M-Politicas in the making: SMS and e-mail in the 2002 Hungarian election campaign, (2003)

• Howard Rheingold (2008) meneliti dan mendokumentasikan tentang HP dan SMS sebagai alat yang mempengaruhi demonstrasi publik dan pemilihan umum
– Di Korea Selatan, SMS menjadi salah satu alat untuk mendukung calon “underdog” yang kemudian menjadi presiden terpilih.
– Di Filipina, SMS memainkan peran penting dalam menjatuhkan rezim Estrada (Shantiran, 2003)
– Di Spanyol, SMS menjadi alat untuk mempertanyakan kebijakan pemerintah dan memanggil para demonstran (Adelman, 2004)
– Di Amerika, SMS dan Blackberry menjadi alat untuk kampanye, koordinasi antar anggota kongres, komunikasi darurat setelah 9/11 (Teachout, 2003)
Sumber: Howard Rheingold, Mobile media and political collective action, (2008); Shantiran, Txt Craze, (2003); J. Adelman, U say u want a revolution: Mobile phone text messaging is evolving into political tool, (2004); Z. Teachout, SMS messages Urge Consumers to Boycott US Products, (2003)
• Howard Rheingold (2008) meneliti dan mendokumentasikan tentang HP dan SMS sebagai alat yang mempengaruhi demonstrasi publik dan pemilihan umum
– Di Cina, SMS menjadi alat untuk menyebarkan berita tentang “fatal flu in Guandong” ke 120 juta rakyat Cina (Hoenig, 2003); koordinasi antar demonstran (French, 2004; Cody, 2005)
– Rheingold menyimpulkan bahwa adanya “smart mobs” dapat mengarah kepada demokrasi yang lebih kuat dalam memberdayakan warga negara dan dalam mengorganisir demonstrasi.
Sumber: Howard Rheingold, Mobile media and political collective action, (2008); H. Hoenig, Beijing goes high tech to block Sars messages, (2003); H. W. French, Workers demand union at Wal-Mart suppliers to China, (2004); E. Cody, A Chinese city’s rage at the rich and powerful, (2005).


• Thomas Molony (2008) meneliti tentang penggunaan HP di luar tujuan pembangunan di Tanzania, Zambia, dan Madagascar:
– Di Tanzania, HP menjadi salah satu komponen penting dalam transaksi seks perempuan muda selain untuk mendapatkan mobil (car) dan uang tunai (cash).
– Di Zambia, perempuan muda melakukan transaksi seks untuk mendapatkan HP terbaru dan pulsa (Cole, 2004)
– Di Madagascar, kepemilikan HP memperlihatkan kekuasaan dan otoritas dalam rumah tangga (Cole, 2004).
Sumber: Thomas Molony, Nondevelopmental uses of mobile communication in Tanzania, (2008); J. Cole, Fresh contact in Tamatave, Madagascar: Sex, money, and intergenerational transformation, (2004).
• Bart Barendregt dan Raul Pertierra (2008) meneliti penggunaan HP terkait dengan supranatural di Filipina dan Indonesia:
– Di Filipina, terdapat cerita-cerita tentang menerima HP tanpa ada nomor yang memanggil, batere yang tiba-tiba habis, atau HP yang berpindah tempat
– Di Indonesia, banyak orang mau membeli no. cantik karena percaya dengan primbon, hong shui atau feng shui
– Di salah satu universitas di Jawa, HP digunakan oleh seorang pustakawan menjadi perantara untuk berkomunikasi dengan dukun di kampung halamannya dengan mahasiswa universitas tsb untuk mendapatkan prediksi angka lotere.
Sumber: Bart Barendregt & Raul Pertierra, Supernatural Mobile Communication in the Philippines and Indonesia, (2008)

• James E. Katz da Sophia Krzys Acord (2008) meneliti tentang penggunaan HP sebagai alat untuk mobile gaming di Jepang dengan menemukan tiga jenis pemain game: Hardcore, Casual, dan Social Gamers
• Youn-ah Kong (2008) meneliti tentang online community dalam mobile communication di Korea menemukan adanya hubungan antara penggunaan mobile communication dalam online social networking dengan interaksi sosial.
Sumber: James E. Katz & Sophia Krzys Acord, Mobile games and Entertainment, (2008);
Youn-ah Kong, Online communities on the move: Mobile play in Korea, (2008).
Kesimpulan
• HP jarang digunakan sebagai teknologi yang terisolasi penggunaannya (artinya dipakai bersama dengan teknologi lainnya).
• Penggunaan HP sebagai alat komunikasi dalam berbagai situasi.
• HP merupakan alat multipurpose.
• Semakin ke depan, semakin banyak orang menggunakan HP
• Penggunaan HP akan berkembang di luar fungsi utamanya untuk berkomunikasi seiring dengan nilai dan simbolisasi dari adanya subculture.
• HP menjadi bagian utama eksistensi manusia yang menyebabkan interaksi sosial dan budaya mengalami penyesuaian dengan keberadaannya.
• HP juga membantu menyelesaikan banyak halangan dalam mobilisasi politik dalam persiapan, pengerahan, koordinasi, dan sentimen massa.
• HP juga memiliki kekuatan yang kuat dalam mempromosikan kesempatan ekonomi.
• HP menjadi alat yang mampu melakukan tracking dan monitoring lokasi demi keamanan dan kenyamanan
• HP menjadi alat reproduksi sosial setiap hari
• HP menjadi alat konsumsi multimedia setiap hari
• Manusia dapat mengatasi multitasking baik dari tugas kognitif dan operasional dari penggunaan HP
• Penggunaan HP dapat dibatasi melalui regulasi atau aturan yang mengedepankan kepentingan norma publik, budaya, dan agama

sumber dari :
Irwansyah, MA
Disajikan pada acara Seminar Nasional “Ponsel: Teknologi Budaya dan Budaya Teknologi”
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
24 Desember 2008

SeJARAH TELEVISI

A. SEJARAH TV DUNIA

Kata televisi berasal dari kata tele dan vision; yang mempunyai arti masing-masing jauh (tele) dan tampak (vision). Jadi televisi berarti tampak atau dapat melihat dari jarak jauh. Penemuan televisi disejajarkan dengan penemuan roda, karena penemuan ini mampu mengubah peradaban dunia. Di Indonesia 'televisi' secara tidak formal disebut dengan TV, tivi, teve atau tipi.

Dalam penemuan televisi, terdapat banyak pihak, penemu maupun inovator yang terlibat, baik perorangan maupun perusahaan. Televisi adalah karya massal yang dikembangkan dari tahun ke tahun.

Awal dari televisi tentu tidak bisa dipisahkan dari penemuan dasar, yaitu hukum Gelombang Elektromagnetik yang ditemukan oleh Joseph Henry dan Michael Faraday (1831) yang merupakan awal dari era komunikasi elektronik.

1876 - George Carey menciptakan Selenium Camera yang digambarkan dapat membuat seseorang melihat gelombang listrik. Belakangan, Eugen Goldstein menyebut tembakan gelombang sinar dalam tabung hampa itu dinamakan sebagai Sinar Katoda.

1884 - Paul Nipkov, Ilmuwan Jerman, berhasil mengirim gambar elektronik menggunakan kepingan logam yang disebut Teleskop Elektrik dengan resolusi 18 garis.

1888 - Freidrich Reinitzeer, ahli botani Austria, menemukan cairan kristal (liquid crystals), yang kelak menjadi bahan baku pembuatan LCD. Namun LCD baru dikembangkan sebagai layar 60 tahun kemudian.

1897 - Tabung Sinar Katoda (CRT) pertama diciptakan oleh ilmuwan Jerman, Karl Ferdinand Braun. Ia membuat CRT dengan layar berpendar bila terkena sinar. Inilah yang menjadi cikal bakal televisi layar tabung.

1900 - Istilah Televisi pertama kali dikemukakan Constatin Perskyl dari Rusia pada acara International Congress of Electricity yang pertama dalam Pameran Teknologi Dunia di Paris.

1907 - Campbell Swinton dan Boris Rosing dalam percobaan terpisah menggunakan sinar katoda untuk mengirim gambar.

1927 - Philo T Farnsworth ilmuwan asal Utah, Amerika Serikat mengembangkan televisi modern pertama saat berusia 21 tahun. Gagasannya tentang image dissector tube menjadi dasar kerja televisi.

1923 - Vladimir Kozma Zworykin, mendaftarkan paten atas namanya untuk penemuannya, kinescope, televisi tabung pertama di dunia. Setahun kemudian, dia mendapat kewarganegaraan Amerika Serikat dan menyelesaikan studi doktornya di Universitas Pittsburgh. Vladimir lahir di Rusia, 30 Juli 1889. Dia menyempurnakan tabung katoda yang dinamakan kinescope. Temuannya mengembangkan teknologi yang dimiliki CRT. Dia bekerja di perusahaan elektronik RCA dan selama 1930 hingga 1940-an, perusahaan itu memanjakannya dengan menguras dana US$ 150 juta untuk produksi teknologi televisi. Keterbukaan Zworykin pada kritik, membuatnya menemukan penemuan baru lagi. Sebuah kamera tabung. Ini melengkapi teknologi televisi tabung penemuannya. Penemuan itu dinamakannya iconoscope, berasal dari bahasa Yunani, icon yang berarti citra dan scope yang berarti mengamati. Ia meninggal karena usia tua pada 29 Juli 1982. Dialah yang kemudian sebagai Sang Penemu Televisi. (1889-1982).

1939 - tepatnya tanggal 11 Mei, untuk pertama kalinya, sebuah pemancar televisi dioperasikan di kota Berlin, Jerman. Dengan demikian, dunia mulai berkenalan dengan alat komunikasi secara visual. Stasiun televisi itu kemudian diberi nama Nipko, sebagai penghargaan terhadap Powel Nipkov, ilmuwan terkenal Jerman dan salah seorang penemu peralatan televisi.

1940 - Peter Goldmark menciptakan televisi warna dengan resolusi mencapai 343 garis.
1956 - Robert Adler kelahiran Amerika Serikat bersama rekannya Eugene Polley, menemukan remote control televisi. Walaupun bukan televisinya, tetapi penemuannya menjadi sangat penting bagi teknologi televisi. Dia meninggal dalam usia 93 tahun. Penerima penghargaan Emmy tahun 1997 karena penemuannya itu mendapatkan lebih dari 180 paten Amerika selama karir 58 tahunnya. Menurut istrinya, pengendali jarak jauh televisi itu bukanlah penemuan favoritnya dan dia jarang menonton televisi.

1958 - Sebuah karya tulis ilmiah pertama tentang LCD sebagai tampilan layar televisi dikemukakan oleh Dr. Glenn Brown.

1964 - Prototipe sel tunggal display Televisi Plasma pertamakali diciptakan Donald Bitzer dan Gene Slottow. Langkah ini dilanjutkan Larry Weber.

1967 - James Fergason menemukan teknik twisted nematic, layar LCD yang lebih praktis.
1968 - Layar LCD pertama kali diperkenalkan lembaga RCA yang dipimpin George Heilmeier.
1975 - Larry Weber dari Universitas Illionis mulai merancang layar plasma berwarna.

1979 - Para Ilmuwan dari perusahaan Kodak berhasil menciptakan tampilan jenis baru organic light emitting diode (OLED). Sejak itu, mereka terus mengembangkan jenis televisi OLED. Sementara itu, Walter Spear dan Peter Le Comber membuat display warna LCD dari bahan thin film transfer yang ringan.

1981 - Stasiun televisi Jepang, NHK, mendemonstrasikan teknologi HDTV dengan resolusi mencapai 1.125 garis.

1987 - Kodak mematenkan temuan OLED sebagai peralatan display pertama kali.
1995 - Setelah puluhan tahun melakukan penelitian, akhirnya proyek layar plasma Larry Weber selesai. Ia berhasil menciptakan layar plasma yang lebih stabil dan cemerlang. Larry Weber kemudian megadakan riset dengan investasi senilai 26 juta dolar Amerika Serikat dari perusahaan Matsushita.

2000-an, masing-masing jenis teknologi layar semakin disempurnakan. Baik LCD, Plasma maupun CRT terus mengeluarkan produk terakhir yang lebih sempurna dari sebelumnya.

2008 dan seterusnya, menyusul perkembangan televisi digital di negara-negara Amerika dan Eropa, Indonesia juga akan menerapkan sistem penyiaran Televisi digital (Digital Television/DTV) adalah jenis TV yang menggunakan Modulasi digital dan sistem kompresi untuk menyebarluaskan video, audio, dan signal data ke pesawat televisi.

Latar belakang pengembangan televisi digital:
-Perubahan lingkungan eksternal
-Pasar TV analog yang sudah jenuh
-Komplain adanya noise, ghost dll
-Kompetisi dengan sistem penyiaran satelit dan kabel (Cable Television)

Perkembangan teknologi :
-Teknologi pemrosesan sinyal digital (Digital Signal Processor)
-Teknologi transmisi digital
-Teknologi semikonduktor
-Teknologi peralatan display yang beresolusi tingggi

Keunggulan televisi digital :
-High Definition. 5~6 kali lebih halus dibanding televisi analog
-Finest sound. Kemampuan mereproduksi suara seperti sumber aslinya
-Multifunction. Memberi kemampuan untuk merekam dan mengedit siaran
-Multichannel (satu saluran dapat diisi lebih dari 5 program yang berbeda)





SJARAH TELEVISI DUNIA & INDONESIA

Kata televisi berasal dari kata tele dan vision; yang mempunyai arti masing-masing jauh (tele) dan tampak (vision). Jadi televisi berarti tampak atau dapat melihat dari jarak jauh. Penemuan televisi disejajarkan dengan penemuan roda, karena penemuan ini mampu mengubah peradaban dunia. Di Indonesia 'televisi' secara tidak formal disebut dengan TV, tivi, teve atau tipi.

Dalam penemuan televisi, terdapat banyak pihak, penemu maupun inovator yang terlibat, baik perorangan maupun perusahaan. Televisi adalah karya massal yang dikembangkan dari tahun ke tahun.

Awal dari televisi tentu tidak bisa dipisahkan dari penemuan dasar, yaitu hukum Gelombang Elektromagnetik yang ditemukan oleh Joseph Henry dan Michael Faraday (1831) yang merupakan awal dari era komunikasi elektronik.

1876 - George Carey menciptakan Selenium Camera yang digambarkan dapat membuat seseorang melihat gelombang listrik. Belakangan, Eugen Goldstein menyebut tembakan gelombang sinar dalam tabung hampa itu dinamakan sebagai Sinar Katoda.

1884 - Paul Nipkov, Ilmuwan Jerman, berhasil mengirim gambar elektronik menggunakan kepingan logam yang disebut Teleskop Elektrik dengan resolusi 18 garis.

1888 - Freidrich Reinitzeer, ahli botani Austria, menemukan cairan kristal (liquid crystals), yang kelak menjadi bahan baku pembuatan LCD. Namun LCD baru dikembangkan sebagai layar 60 tahun kemudian.

1897 - Tabung Sinar Katoda (CRT) pertama diciptakan oleh ilmuwan Jerman, Karl Ferdinand Braun. Ia membuat CRT dengan layar berpendar bila terkena sinar. Inilah yang menjadi cikal bakal televisi layar tabung.

1900 - Istilah Televisi pertama kali dikemukakan Constatin Perskyl dari Rusia pada acara International Congress of Electricity yang pertama dalam Pameran Teknologi Dunia di Paris.

1907 - Campbell Swinton dan Boris Rosing dalam percobaan terpisah menggunakan sinar katoda untuk mengirim gambar.

1927 - Philo T Farnsworth ilmuwan asal Utah, Amerika Serikat mengembangkan televisi modern pertama saat berusia 21 tahun. Gagasannya tentang image dissector tube menjadi dasar kerja televisi.

1923 - Vladimir Kozma Zworykin, mendaftarkan paten atas namanya untuk penemuannya, kinescope, televisi tabung pertama di dunia. Setahun kemudian, dia mendapat kewarganegaraan Amerika Serikat dan menyelesaikan studi doktornya di Universitas Pittsburgh. Vladimir lahir di Rusia, 30 Juli 1889. Dia menyempurnakan tabung katoda yang dinamakan kinescope. Temuannya mengembangkan teknologi yang dimiliki CRT. Dia bekerja di perusahaan elektronik RCA dan selama 1930 hingga 1940-an, perusahaan itu memanjakannya dengan menguras dana US$ 150 juta untuk produksi teknologi televisi. Keterbukaan Zworykin pada kritik, membuatnya menemukan penemuan baru lagi. Sebuah kamera tabung. Ini melengkapi teknologi televisi tabung penemuannya. Penemuan itu dinamakannya iconoscope, berasal dari bahasa Yunani, icon yang berarti citra dan scope yang berarti mengamati. Ia meninggal karena usia tua pada 29 Juli 1982. Dialah yang kemudian sebagai Sang Penemu Televisi. (1889-1982).

1939 - tepatnya tanggal 11 Mei, untuk pertama kalinya, sebuah pemancar televisi dioperasikan di kota Berlin, Jerman. Dengan demikian, dunia mulai berkenalan dengan alat komunikasi secara visual. Stasiun televisi itu kemudian diberi nama Nipko, sebagai penghargaan terhadap Powel Nipkov, ilmuwan terkenal Jerman dan salah seorang penemu peralatan televisi.

1940 - Peter Goldmark menciptakan televisi warna dengan resolusi mencapai 343 garis.
1956 - Robert Adler kelahiran Amerika Serikat bersama rekannya Eugene Polley, menemukan remote control televisi. Walaupun bukan televisinya, tetapi penemuannya menjadi sangat penting bagi teknologi televisi. Dia meninggal dalam usia 93 tahun. Penerima penghargaan Emmy tahun 1997 karena penemuannya itu mendapatkan lebih dari 180 paten Amerika selama karir 58 tahunnya. Menurut istrinya, pengendali jarak jauh televisi itu bukanlah penemuan favoritnya dan dia jarang menonton televisi.

1958 - Sebuah karya tulis ilmiah pertama tentang LCD sebagai tampilan layar televisi dikemukakan oleh Dr. Glenn Brown.

1964 - Prototipe sel tunggal display Televisi Plasma pertamakali diciptakan Donald Bitzer dan Gene Slottow. Langkah ini dilanjutkan Larry Weber.

1967 - James Fergason menemukan teknik twisted nematic, layar LCD yang lebih praktis.
1968 - Layar LCD pertama kali diperkenalkan lembaga RCA yang dipimpin George Heilmeier.
1975 - Larry Weber dari Universitas Illionis mulai merancang layar plasma berwarna.

1979 - Para Ilmuwan dari perusahaan Kodak berhasil menciptakan tampilan jenis baru organic light emitting diode (OLED). Sejak itu, mereka terus mengembangkan jenis televisi OLED. Sementara itu, Walter Spear dan Peter Le Comber membuat display warna LCD dari bahan thin film transfer yang ringan.

1981 - Stasiun televisi Jepang, NHK, mendemonstrasikan teknologi HDTV dengan resolusi mencapai 1.125 garis.

1987 - Kodak mematenkan temuan OLED sebagai peralatan display pertama kali.
1995 - Setelah puluhan tahun melakukan penelitian, akhirnya proyek layar plasma Larry Weber selesai. Ia berhasil menciptakan layar plasma yang lebih stabil dan cemerlang. Larry Weber kemudian megadakan riset dengan investasi senilai 26 juta dolar Amerika Serikat dari perusahaan Matsushita.

2000-an, masing-masing jenis teknologi layar semakin disempurnakan. Baik LCD, Plasma maupun CRT terus mengeluarkan produk terakhir yang lebih sempurna dari sebelumnya.

2008 dan seterusnya, menyusul perkembangan televisi digital di negara-negara Amerika dan Eropa, Indonesia juga akan menerapkan sistem penyiaran Televisi digital (Digital Television/DTV) adalah jenis TV yang menggunakan Modulasi digital dan sistem kompresi untuk menyebarluaskan video, audio, dan signal data ke pesawat televisi.

Latar belakang pengembangan televisi digital:
-Perubahan lingkungan eksternal
-Pasar TV analog yang sudah jenuh
-Komplain adanya noise, ghost dll
-Kompetisi dengan sistem penyiaran satelit dan kabel (Cable Television)

Perkembangan teknologi :
-Teknologi pemrosesan sinyal digital (Digital Signal Processor)
-Teknologi transmisi digital
-Teknologi semikonduktor
-Teknologi peralatan display yang beresolusi tingggi

Keunggulan televisi digital :
-High Definition. 5~6 kali lebih halus dibanding televisi analog
-Finest sound. Kemampuan mereproduksi suara seperti sumber aslinya
-Multifunction. Memberi kemampuan untuk merekam dan mengedit siaran
-Multichannel (satu saluran dapat diisi lebih dari 5 program yang berbeda)

Perkembangan Handphone

Sejarah telepon seluler atau yang kita kenal HP, ternyata sudah ada dari jaman penjajahan, yaitu kira-kira tahun 1947 di negara paman sam alias Amrik dan Eropa sana. Pada tahun 1910 adalah cikal bakal telepon seluler yang ditemukan oleh Lars Magnus Ericsson, yang merupakan pendiri perusahaan Ericsson yang kini di kenal dengan perusahaan Sony Ericsson. Pada awalnya, orang Swedia ini medirikan perusahaan Ericsson memfokuskan terhadap bidang bisnis perlaan telegraf, dan perusahaanya juga tidak terlalu besar pada waktu itu.

Pada tahun 1921 pertama kalinya Departemen Kepolisian Detroit Michigan menggunakan teleopn mobile yang terpasang di semua mobil polisi dengan menggunakan freuensi 2 MHz.


Pada tahun 1960, di Finlandia sebuah perusahaan bernama Fennis Cable Works yang semula berbisnis dibidang kabel, melakukan ekspensi dengan mendirikan perusahaan elektronik yang bernama Nokia sebagai handset telepon seluler.

Tahun 1970-an perkembangan telepon mobile menjadi pesat dengan di dominasi oleh 3 perusahaan besar yaitu di Eropa dengan perusahaan Nokia dan rerusahaan Mototola-nya.

Pada tahun 1969, sistem telekomunikasi seluler dikomersialkan. Setelah tahun 1970, telekomunikasi seluler semakin sering dibicarakan orang. Motorola mengenalkan telepon genggam tiga tahun kemudian. Ukurannya memang cukup besar dengan antena pendek. Ada pula ponsel dengan ukuran sekoper. Dr Cooper yang menjadi manajer proyek inovasi Motorola itu memasang base station di New York. Untuk proyek ini Motorola bekerja dengan Bell Labs. Penemuan ini sekaligus diklaim sebagai penemuan ponsel pertama. Di suatu pagi 3 April 1973,Cooper, saat itu menjabat sebagai general manager pada Divisi Communication Systems Motorola mempertunjukkan cara berkomunikasi aneh dari terminal telepon portable. Dia mencoba ponsel ‘raksasanya’ sambil berjalan–jalan di berbagai lokasi di New York. Itulah saat pertama ponsel ditampilkan dan digunakan di depan publik.

Dalam pertunjukan itu, Cooper menggunakan ponsel seberat 30 ounce sekitar (800 gram) atau sepuluh kali lipat dibandingkan rata – rata ponsel yang beredar saat ini.


Perkembangan 3G di Inodensia

3G (dibaca: triji) adalah singkatan dari istilah dalam bahasa Inggris: third-generation technology. Istilah ini umumnya digunakan mengacu kepada perkembangan teknologi telepon nirkabel (wireless).

Sejarah

Ada pun perkembangan teknologi nirkabel dapat dirangkum sebagai berikut:

1. Generasi pertama: analog, kecepatan rendah (low-speed), cukup untuk suara. Contoh: NMT (Nordic Mobile Telephone) dan AMPS (Analog Mobile Phone System)
2. Generasi kedua: digital, kecepatan rendah - menengah. Contoh: GSM dan CDMA2000 1xRTT
3. Generasi ketiga: digital, kecepatan tinggi (high-speed), untuk pita lebar (broadband). Contoh: W-CDMA (atau dikenal juga dengan UMTS) dan CDMA2000 1xEV-DO.

Antara generasi kedua dan generasi ke-3, sering disisipkan Generasi 2,5, yaitu digital, kecepatan menengah (hingga 150 Kbps). Teknologi yang masuk kategori 2,5G adalah layanan berbasis data seperti GPRS (General Packet Radio Service) & EDGE (Enhance Data rate for GSM Evolution) pada domain GSM dan PDN (Packet Data Network) pada domain CDMA.

Definisi

Secara umum, ITU-T, sebagaimana dikutip oleh FCC mendefinisikan 3G sebagai sebuah solusi nirkabel yang bisa memberikan kecepatan akses:

* Sebesar 144 Kbps untuk kondisi bergerak cepat (mobile).
* Sebesar 384 Kbps untuk kondisi berjalan (pedestrian).
* Sebesar 2 Mbps untuk kondisi statik di suatu tempat.

Teknologi 3G

Pada saat ini ada dua cabang dari pengembangan 3G, yaitu dari sisi GSM (Global System for Mobile Communication)yang dipelopori oleh 3G Partnership Project dan CDMA (Code Division Multiple Access) yang dipelopori oleh 3G Partnership Project 2 (3GPP2). Kedua teknologi tidak kompatibel dan sesungguhnya saling berkompetisi.

Salah satu alasan mengapa layanan 3G dapat memberikan throughput yang lebih besar adalah karena penggunaan teknologi spektrum tersebar yang memungkinkan data masukan yang hendak ditransimisikan disebar di seluruh spektrum frekuensi. Selain mendapatkan pita lebar yang lebih besar, layanan berbasis spektrum tersebar jauh lebih aman daripada timeslot dan/atau frequency slot.

Jaringan 3G tidak merupakan upgrade dari 2G; operator 2G yang berafiliasi dengan 3GPP perlu untuk mengganti banyak komponen untuk bisa memberikan layanan 3G. Sedangkan operator 2G yang berafiliasi dengan teknologi 3GPP2 lebih mudah dalam upgrade ke 3G karena berbagai network element nya sudah didesain untuk ke arah layanan nirkabel pita lebar (broadband wireless). Layanan 3G juga telah digembar-gemborkan namun pada kenyataannya, banyak ditemui kegagalan. Negara Jepang dan Korea Selatan adalah contoh dimana layanan 3G berhasil. Hal ini sangat mungkin disebabkan oleh faktor:

1. Dukungan pemerintah. Pemerintah Jepang tidak mengenakan biaya di muka (upfront fee) atas penggunaan lisensi spektrum 3G atas operator-operator di Jepang (ada tiga operator: NTT Docomo, KDDI dan Vodafone). Sedangkan pemerintah Korea Selatan, walau pun mengenakan biaya di muka, memberikan insentif dan bantuan dalam pengembangan nirkabel pita lebar (Korea Selatan adalah negara yang menggunakan Cisco Gigabit Switch Router terbanyak di dunia) sebagai bagian dalam strategi pengembangan infrastruktur.
2. Kultur masyarakatnya. Layanan video call, yang diramal menjadi killer application tidak terlalu banyak digunakan di kedua negara tersebut. Namun, layanan seperti download music dan akses Internet sangat digemari. Operator seperti NTT Docomo (Jepang) memberikan layanan Chaku Uta untuk download music. Sedangkan di Korea, layanan web presence seperti Cyworld yang diberikan oleh SK Tel, sangat digemari. Dengan layanan ini, pelanggan bisa mengambil foto dari handset dan langsung memuatnya ke web portal miliknya di Cyworld. Layanan ini kemudian ditiru oleh Flickr dengan handset N73.
3. Keragaman layanan konten. Docomo dan SKTel tidak menggunakan WAP standar sebagai layanan konten nya. Docomo mengembangkan aplikasi browser yang disebut iMode, sedangkan SKTel mempunyai June dan Nate.

Evolusi Menuju 3G

Jaringan Telepon Telekomunikasi selular telah meningkat menuju penggunaan layanan 3G dari 1999 hingga 2010. Jepang adalah negara pertama yang memperkenalkan 3G secara nasional dan transisi menuju 3G di Jepang sudah dicapai pada tahun 2006. Setelah itu Korea menjadi pengadopsi jaringan 3G pertama dan transisi telah dicapai pada awal tahun 2004, memimpin dunia dalam bidang telekomunikasi.


Operator dan jaringan UMTS Pada tahun 2005, evolusi jaringan 3G sedang dijalankan untuk beberapa tahun dikarenakan kapasitas yang terbatas dari jaringan 2G yang ada. Jaringan 2G diciptakan dengan tujuan utama adalah data suara dan transmisi yang lambat. Dikarenakan cepatnya arus perubahan pada permintaan pengguna, kebutuhan akan nirkabel mereka tidak terpenuhi.

"2.5G" (Dan juga 2,75G) adalah teknologi seperti pelayanan data i-mode, telepon berkamera, pertukaran rangkaian data berkecepatan tinggi (atau disebut juga High-Speed Circuit-Switched Data atau disingkat HSCSD) dan Pelayanan paket radio umum (atau dikenal dengan General Packet Radio Service atau GPRS)diciptakan untuk menyediakan beberapa funsi utama seperti jaringan 3G, tapi tanpa transisi penuh ke jaringan 3G. Pelayanan-Pelayanan ini diciptakan untuk memperkenalkan kemungkinan dari penerapan teknologi nirkabel untuk pengguna dan penigkatan permintaan untuk pelayanan 3G.

Salah paham tentang 3G

Ada beberapa pemahaman yang salah tentang 3G di dalam masyarakat umum.

1. Layanan 3G tidak bisa tanpa ada cakupan layanan 3G dari operator. Hanya membeli sebuah handset 3G, tidak berarti bahwa layanan 3G dapat dinikmati. Handset dapat secara otomatis pindah ke jaringan 3G bila, pelanggan tidak menerima cakupan 3G. Sehingga bila seseorang sedang bergerak dan menggunakan layanan video call, kemudian terpaksa berpindah ke jaringan 2G, maka layanan video call akan putus.
2. Layanan 3G berada pada frekuensi 1.900 Mhz. ITU-T memang mendefinisikan layanan 3G untuk GSM pada frekuensi 1.900 Mhz dengan lebar pita sebesar 60 Mhz. Namun, pada umumnya, teknologi berbasis CDMA2000 menggunakan spektrum di frekuensi 800 Mhz, atau yang biasa dikenal sebagai spektrum PCS (Personal Communication System).

sumber dari sini

Konvergensi Perangkat Multifungsi Mengubah Persepsi Dunia

MOBILITAS dalam globalisasi sekarang ini menjadi sebuah fenomena sosial dan geografis dengan banyak ragam yang terdiri dari pergerakan, dislokasi, distribusi, dan kemampuan bergerak orang-orang, obyek, teknologi yang bergerak (laptop, telepon seluler), dan sejenisnya. Mobilitas mampu mengalihkan perhatian dari kondisi domestik dan stabil menjadi terfragmentasi dan mengalir. Esensi ini menjadi semakin tajam dan mendalam dengan kemajuan yang sangat pesat dan tidak terbayangkan sebelumnya akibat dorongan penting teknologi komunikasi informasi.

KETIKA mobilitas terintegrasi dengan teknologi komunikasi informasi, seorang individu yang tadinya terputus dari tempat dan hubungan pada lingkungan sebelumnya menjadi terhubungkan dan ditempatkan kembali dalam bentuk-bentuk yang baru. Esensi ini sebenarnya tertangkap dari berbagai perkembangan dan fenomena teknologi komunikasi informasi yang terus mendesak kehidupan kita untuk mencapai atau mencari sesuatu yang sama sekali baru.

Siapa saja di dunia ini sekarang memang tidak terelakkan untuk tidak bersinggungan dengan teknologi komunikasi informasi. Banyak aspek dalam teknologi komunikasi informasi yang terus berkembang dan merasuk ke dalam kehidupan kita. Kemajuan komputasi dalam penggunaan komputer, misalnya, menunjukkan bahwa industri teknologi komunikasi informasi dunia sekarang ini benar-benar bergerak ke arah mobilitas menembus batasan-batasan fisik ruang dan waktu.

Teknologi Centrino adalah contoh konkret, bagaimana industri teknologi komunikasi informasi benar-benar mendorong mobilitas dengan ketersediaan berbagai akses nirkabel (WiFi dan seluler) di mana saja di seluruh dunia. Dan memang, tren teknologi komunikasi informasi untuk tahun 2004 dan dua tahun ke depan akan terfokus pada produk-produk bergerak seperti laptop, telepon seluler (ponsel), Personal Digital Assistant (PDA), dan sejenisnya, meninggalkan perangkat- perangkat besar komputer jenis desktop yang sudah mencapai titik jenuhnya walaupun terjadi peningkatan kecepatan prosesor.

Fenomena ini akan menjadi sangat kental dengan kehidupan kita pada tahun 2004 ini dengan beragam produk teknologi maupun gadget yang menjadi perlengkapan yang tidak terpisahkan dari kehidupan kita. Selain semakin terintegrasinya berbagai peran dan fungsi teknologi komunikasi informasi, faktor bentuk pun menjadi semakin ringkas, kecil, ringan, multifungsi, mudah digunakan, dan menyenangkan.

Mengubah persepsi

Tidak bisa disangkal bahwa gabungan telekomunikasi dan teknologi informasi memang telah mendorong terjadinya perubahan-perubahan penting di berbagai sudut dunia. Telepon, terutama telepon genggam yang disebut sebagai ponsel, bukan hanya mengubah bagaimana orang-orang berkomunikasi satu dengan lainnya, tetapi juga mengubah perilaku berbagai institusi berkomunikasi dengan warganya.

Ini setidaknya terjadi di negara-negara yang memiliki kesadaran betapa penting dan krusialnya perkembangan teknologi komunikasi informasi dewasa ini bagi negara dan masyarakatnya. Di negara-negara seperti Perancis, Irlandia, Inggris, Amerika Serikat, dan Australia, institusi sekolah menggunakan jasa pesan layanan singkat (SMS) untuk menginformasikan anak-anak yang bolos kepada orangtua mereka.

Sebuah Dewan Kotapraja di Belgia menggunakan jasa SMS untuk mengabarkan kepada para warganya kapan waktunya untuk meletakkan sampah mereka untuk dikumpulkan petugas kebersihan kota. Di beberapa kota dunia, pihak kepolisian menggunakan SMS untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kejahatan maupun untuk mencari saksi.

Kehadiran jasa SMS yang menjadi sebuah fenomena baru dalam kehidupan berkomunikasi ini memang telah mengubah cara pandang berbagai pemerintahan di dunia terhadap SMS. Di beberapa negara tertentu, SMS bisa dijadikan sebagai bukti di pengadilan. Para penguasa di Swiss dan Filipina yang sangat terkagum dengan kehadiran jasa teknologi SMS ini mempertimbangkan untuk memajaki SMS ini.

Fenomena SMS ini secara jelas dan tegas menunjukkan adanya perubahan-perubahan penting di kedua sisi, baik di sisi penggunanya sendiri maupun di sisi ponselnya. Ponsel telah mengubah masyarakat dan sebaliknya masyarakat juga ikut mengubah ponsel. Dan semua ini akibat perkembangan pesat teknologi komunikasi informasi yang melalui berbagai konvergensi mengubah keseluruhan pandangan dan persepsi kita terhadap kemajuan.

Pelengkap layanan

Bagi pengguna teknologi sekarang ini, mungkin menjadi menyenangkan kalau ponsel yang ada di dalam sakunya juga berfungsi sebagai lampu senter sehingga mudah mencari kunci yang terjatuh di bangku bioskop. Ponsel yang kita kenal sekarang ini pun menjadi berubah drastis dari ponsel pada awal diciptakannya.

Beberapa ponsel sudah mulai memperkenalkan pengukur suhu dan penghitung kalori makanan, seperti pada Nokia 5100. Ada yang juga berfungsi sebagai pengendali televisi (remote control) seperti pada model ponsel Samsung SCH-V410 yang berbasis CDMA-EVDO yang mampu memberikan koneksi akses data 1 MB per detik. Ada juga ponsel yang berfungsi sebagai pemutar lagu format MP3, perangkat rekaman, atau sebagai sarana permainan digital seperti N-Gage QD, produk Nokia yang terbaru.

Melihat perkembangan ponsel dan persaingan yang terjadi, tampaknya fenomena ponsel akan terus berkembang. Nokia, Motorola, dan beberapa pembuat ponsel kelas dunia bersiap-siap untuk memperkenalkan teknologi baru sebagai pelengkap jasa layanan SMS, yang disebut sebagai push-to-talk menjadikan ponsel di tangan kita sebagai sebuah handy-talky.

Teknologi yang juga disebut sebagai Push-to-talk over Cellular (PoC) ini menggunakan jaringan GPRS (General Packet Radio Service), dan menurut John M Stefanac dari Vice President Nokia Networks di sela- sela acara Nokia Connection 2004 di Singapura pekan lalu mengatakan, penggelaran PoC di operator Nextel telah meningkatkan ARPU (Average Rate Per User) yang menjadi persoalan berbagai operator seluler di seluruh dunia karena minimnya pendapatan penggunaan pulsa.

Mendukung mobilitas

Tahun 2004 ini akan banyak teknologi yang bermunculan dan terpusat pada semakin gencarnya konvergensi antara telekomunikasi dan komputasi. Nokia sendiri merencanakan untuk menggelar 40 produk baru sampai dengan akhir tahun ini (sekarang baru 18 produk), termasuk di antaranya adalah seri Communicator 9500 yang sekarang ditunggu oleh banyak orang karena berbagai fitur penting yang terdapat di dalamnya, seperti kamera digital, Bluetooth, dan Wi-Fi.

Ada kecenderungan pada tahun 2004 ini, produk-produk teknologi akan menjadi semakin kecil dan mengarah ke bentuk-bentuk yang mudah untuk di bawa ke mana-mana, termasuk komputer laptop dengan berat setidaknya sampai dengan 2 kg. Teknologi PDA yang tahun lalu mengalami penurunan yang cukup drastis (berakibat "menyerahnya" Sony Corporation untuk ke luar dari pasaran PDA di AS), masih terlihat adanya upaya-upaya baru seperti yang ingin didorong oleh Hewlett Packard dengan Ipaq seri 6300 yang sudah dilengkapi dengan teknologi seluler GSM.

Pada akhirnya memang kita tidak lagi bisa membedakan mana fungsi komputasi dan mana fungsi komunikasi dalam percepatan konvergensi yang sekarang kita lihat. Nokia secara gencar menyebutnya dengan tema yang menarik pada acara Nokia Connection 2004 yang disebutnya sebagai "Live, Work & Play the Mobile Way".

Seluruh aktivitas sehari-hari kita akan terpusat pada berbagai perangkat teknologi yang akan bermunculan dalam berbagai bentuk. Di kawasan Eropa, ponsel juga sudah menjadi sebagai sebuah dompet, yang menjadikan ponsel sebagai sebuah sistem pembayaran melalui ponsel (lihat www.simpay.com). Di Indonesia, seorang anak bangsa membuat aplikasi yang memungkinkan pengguna ponsel untuk berkaraoke.

Dan kita pun berharap bahwa ponsel di masa mendatang (atau sekarang sudah tersedia di pasaran) juga akan berfungsi menjadi sebuah pena, atau merangkap sebagai perangkat kecantikan wanita untuk menggunakan bedak, pemantik untuk menyalakan rokok, "senjata" untuk melindungi diri, penunjuk laser, dan sebagainya. Atau bahkan mungkin sebagai pengaduk kopi. Semua ini kita harapkan agar teknologi komunikasi informasi benar-benar mampu mendukung mobilitas kita sehari-hari untuk menjalani hidup, bekerja, dan bermain. (rlp)

sumber: kompas.com

HaDDDooH!!!!!!!

TOLONG!!!!!!


W Lupa ALmt Email FS!!!!


BeGimaNa IaPH???????????????


Da Yang BISSa Bantu Gag??????



Hadoh.hadoh.....................................................!!!!!!!!!!!!

internet dan teknologi website

internet dan teknologi website

INTERNET

Internet berasal dari kata Interconnection Networking yang mempunyai arti hubungan komputer dengan berbagai tipe yang membentuk sistem jaringan yang mencakup seluruh dunia (jaringan komputer global) dengan melalui jalur telekomunikasi seperti telepon, radio link, satelit dan lainnya.
Dalam mengatur integrasi dan komunikasi jaringan komputer ini digunakan protokol yaitu TCP/IP. TCP (Transmission Control Protocol) bertugas memastikan bahwa semua hubungan bekerja dengan benar, sedangkan IP (Internet Protocol) yang mentransmisikan data dari satu komputer ke komputer lain. TPC/IP secara umum berfungsi memilih rute terbaik transmisi data, memilih rute alternatif jika suatu rute tidak dapat di gunakan, mengatur dan mengirimkan paket-paket pengiriman data.
Untuk dapat ikut serta menggunakan fasilitas Internet, biasanya Anda harus berlangganan ke salah satu ISP (Internet Service Provider) yang ada di kota Anda. ISP ini biasanya disebut penyelenggara jasa internet ataupun Anda dapat menggunakan fasilitas dari Telkom yakni Telkomnet Instan.
Dengan memanfaatkan internet, pemakaian komputer di seluruh dunia dimungkinkan untuk saling
berkomunikasi dan pemakaian bersama informasi dengan cara saling kirim e-mail, menghubungkan ke komputer lain, mengirim dan menerima file, membahas topik tertentu pada newsgroup dan lain-lain.sorry pak, saya potong dulu ah, sampai berjumpa di halaman kemudian

Fasilitas Internet

Fasilitas-Fasilitas yang dapat Anda manfaatkan dengan menggunakan internet, diantaranya :

- Web, adalah fasilitas hypertext untuk menampilkan data berupa teks, gambar, bunyi, animasi dan data multimedia lainnya, yang diantara data tersebut saling berhubungan satu sama lain. Untuk memudahkan Anda membaca data dan informasi tesebut Anda dapat mempergunakan web browser seperti Internet Explorer ataupun Netscape.

- E-Mail (Electronic Mail), dengan fasilitas ini Anda dapat mengirim dan menerima surat elektronik (e-mail) pada/dari pemakai komputer lain yang terhubung di internet, dan dapat menyertakan file sebagai lampiran (attachment).

- Newsgroup, fasilitas ini digunakan untuk mendistribusikan artikel, berita, tanggapan, surat, penawaran ataupun file ke pemakai internet lain yang tergabung dengan kelompok diskusi untuk topik tertentu. Dengan fasilitas ini pula Anda dapat melakukan diskusi, seminar ataupun konferensi dengan cara elektronik tanpa terikat waktu, ruang dan tempat.

- FTP (File Transfer Protocol), fasilitas ini digunakan untuk menghubungkan ke server computer tertentu dan bila perlu menyalin (download) file yang Anda butuhkan dari server tersebut dan menyimpannya di komputer Anda.


1.3. Istilah-Istilah Yang Sering Digunakan

Ada beberapa istilah yang sering digunakan apabila Anda bekerja dalam Internet, diantaranya yaitu:

- WWW (World Wide Web), merupakan kumpulan web server dari seluruh dunia yang berfungsi menyediakan data dan informasi untuk digunakan bersama. Berbagai informasi dapat Anda temukan pada WWW, seperti informasi politik, ekonomi, sosial, budaya, sastra, sejarah, teknologi, pendidikan dan sebagainya. Kita dapat mengumpamakan WWW ini merupakan perputakaan besar yang menyediakan berbagai informasi yang dibutuhkan.

- Web Site (Situs Web), merupakan tempat penyimpanan data dan informasi dengan berdasarkan topik tertentu. Diumpamakan situs Web ini adalah sebuah buku yang berisi topik tertentu.

- Web Pages (Halaman Web), merupakan sebuah halaman khusus dari situs Web tertentu. Diumpamakan halaman Web ini adalah sebuah halaman khusus buku dari situs Web tertentu.

- Homepage, merupakan sampul halaman yang berisi daftar isi atau menu dari sebuah situs Web.

- Browser, merupakan program aplikasi yang digunakan untuk memudahkan Anda melakukan navigasi berbagai data dan informasi pada WWW. sumber berita klik disini

Menyambung tulisan tentang Internet yang lalu, dalam mengakses informasi dari dunia internet, pengguna akan menuju ke sebuah alamat unik internet yang disebut nama domain (Domain Name/URL - Uniform Resource Locator) dan menemukan informasi berbentuk teks, gambar, animasi bergerak ataupun suara dalam sebuah media, yang disebut dengan website atau situs. Website ini dibuka melalui sebuah program penjelajah (Browser) yang berada di sebuah komputer. Program penjelajah yang bisa digunakan dalam komputer diantaranya: IE (Internet Explorer), Firefox, Mozilla, Netscape, Safari, dan Opera.
Pengertian website atau situs.
Website atau situs dapat diartikan sebagai kumpulan halaman-halaman yang digunakan untuk menampilkan informasi teks, gambar diam atau gerak, animasi, suara, dan atau gabungan dari semuanya itu baik yang bersifat statis maupun dinamis yang membentuk satu rangkaian bangunan yang saling terkait dimana masing-masing dihubungkan dengan jaringan-jaringan halaman (hyperlink).
Unsur-unsur website atau situs.
Untuk menyediakan keberadaan sebuah website, maka harus tersedia unsur-unsur penunjangnya, adalah sebagai berikut:

1. Nama domain (Domain name/URL - Uniform Resource Locator)
Pengertian Nama domain atau biasa disebut dengan Domain Name atau URL adalah alamat unik di dunia internet yang digunakan untuk mengidentifikasi sebuah website, atau dengan kata lain domain name adalah alamat yang digunakan untuk menemukan sebuah website pada dunia internet. Contoh : http://www.baliorange.net, http://www.detik.com
Nama domain diperjualbelikan secara bebas di internet dengan status sewa tahunan. Nama domain sendiri mempunyai identifikasi ekstensi/akhiran sesuai dengan kepentingan dan lokasi keberadaan website tersebut. Contoh nama domain ber-ekstensi internasional adalah com, net, org, info, biz, name, ws. Contoh nama domain ber-ekstensi lokasi Negara Indonesia adalah co.id (untuk nama domain website perusahaan), ac.id (nama domain website pendidikan), go.id (nama domain website instansi pemerintah), or.id (nama domain website organisasi).

2. Rumah tempat website (Web hosting)
Pengertian Web Hosting dapat diartikan sebagai ruangan yang terdapat dalam harddisk tempat menyimpan berbagai data, file-file, gambar dan lain sebagainya yang akan ditampilkan di website. Besarnya data yang bisa dimasukkan tergantung dari besarnya web hosting yang disewa/dipunyai, semakin besar web hosting semakin besar pula data yang dapat dimasukkan dan ditampilkan dalam website.
Web Hosting juga diperoleh dengan menyewa. Besarnya hosting ditentukan ruangan harddisk dengan ukuran MB(Mega Byte) atau GB(Giga Byte). Lama penyewaan web hosting rata-rata dihitung per tahun. Penyewaan hosting dilakukan dari perusahaan-perusahaan penyewa web hosting yang banyak dijumpai baik di Indonesia maupun Luar Negri.

3. Bahasa Program (Scripts Program)
Adalah bahasa yang digunakan untuk menerjemahkan setiap perintah dalam website yang pada saat diakses. Jenis bahasa program sangat menentukan statis, dinamis atau interaktifnya sebuah website. Semakin banyak ragam bahasa program yang digunakan maka akan terlihat website semakin dinamis, dan interaktif serta terlihat bagus.
Beragam bahasa program saat ini telah hadir untuk mendukung kualitas website. Jenis jenis bahasa program yang banyak dipakai para desainer website antara lain HTML, ASP, PHP, JSP, Java Scripts, Java applets dsb. Bahasa dasar yang dipakai setiap situs adalah HTML sedangkan PHP, ASP, JSP dan lainnya merupakan bahasa pendukung yang bertindak sebagai pengatur dinamis, dan interaktifnya situs.
Bahasa program ASP, PHP, JSP atau lainnya bisa dibuat sendiri. Bahasa program ini biasanya digunakan untuk membangun portal berita, artikel, forum diskusi, buku tamu, anggota organisasi, email, mailing list dan lain sebagainya yang memerlukan update setiap saat.

4. Desain website
Setelah melakukan penyewaan domain name dan web hosting serta penguasaan bahasa program (scripts program), unsur website yang penting dan utama adalah desain. Desain website menentukan kualitas dan keindahan sebuah website. Desain sangat berpengaruh kepada penilaian pengunjung akan bagus tidaknya sebuah website.
Untuk membuat website biasanya dapat dilakukan sendiri atau menyewa jasa website designer. Saat ini sangat banyak jasa web designer, terutama di kota-kota besar. Perlu diketahui bahwa kualitas situs sangat ditentukan oleh kualitas designer. Semakin banyak penguasaan web designer tentang beragam program/software pendukung pembuatan situs maka akan dihasilkan situs yang semakin berkualitas, demikian pula sebaliknya. Jasa web designer ini yang umumnya memerlukan biaya yang tertinggi dari seluruh biaya pembangunan situs dan semuanya itu tergantung kualitas designer.

Publikasi website.
Keberadaan situs tidak ada gunanya dibangun tanpa dikunjungi atau dikenal oleh masyarakat atau pengunjung internet. Karena efektif tidaknya situs sangat tergantung dari besarnya pengunjung dan komentar yang masuk. Untuk mengenalkan situs kepada masyarakat memerlukan apa yang disebut publikasi atau promosi.
Publikasi situs di masyarakat dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti dengan pamlet-pamlet, selebaran, baliho dan lain sebagainya tapi cara ini bisa dikatakan masih kurang efektif dan sangat terbatas. Cara yang biasanya dilakukan dan paling efektif dengan tak terbatas ruang atau waktu adalah publikasi langsung di internet melalui search engine-search engine(mesin pencari, spt : Yahoo, Google, Search Indonesia, dsb)
Cara publikasi di search engine ada yang gratis dan ada pula yang membayar. Yang gratis biasanya terbatas dan cukup lama untuk bisa masuk dan dikenali di search engine terkenal seperti Yahoo atau Google. Cara efektif publikasi adalah dengan membayar, walaupun harus sedikit mengeluarkan akan tetapi situs cepat masuk ke search engine dan dikenal oleh pengunjung.

Pemeliharaan Website.
Untuk mendukung kelanjutan dari situs diperlukan pemeliharaan setiap waktu sesuai yang diinginkan seperti penambahan informasi, berita, artikel, link, gambar atau lain sebagainya. Tanpa pemeliharaan yang baik situs akan terkesan membosankan atau monoton juga akan segera ditinggal pengunjung.

Pemeliharaan situs dapat dilakukan per periode tertentu seperti tiap hari, tiap minggu atau tiap bulan sekali secara rutin atau secara periodik saja tergantung kebutuhan(tidak rutin). Pemeliharaan rutin biasanya dipakai oleh situs-situs berita, penyedia artikel, organisasi atau lembaga pemerintah. Sedangkan pemeliharaan periodik bisanya untuk situs-situs pribadi, penjualan/e-commerce, dan lain sebagainya.
sumber artikel klik disini

serat optic

B. SERAT OPTIK

Serat optik adalah saluran transmisi yang terbuat dari kaca atau plastik yang digunakan untuk mentransmisikan sinyal cahaya dari suatu tempat ke tempat lain. Cahaya yang ada di dalam serat optik sulit keluar karena indeks bias dari kaca lebih besar daripada indeks bias dari udara. Sumber cahaya yang digunakan adalah laser karena laser mempunyai spektrum yang sangat sempit. Kecepatan transmisi serat optik sangat tinggi sehingga sangat bagus digunakan sebagai saluran komunikasi. Serat optik umumnya digunakan dalam sistem telekomunikasi serta dalam pencahayaan, sensor, dan optik pencitraan.

Serat optik terdiri dari 2 bagian, yaitu cladding dan core. Cladding adalah selubung dari core. Cladding mempunyai indek bias lebih rendah dari pada core akan memantulkan kembali cahaya yang mengarah keluar dari core kembali kedalam core lagi. Efisiensi dari serat optik ditentukan oleh kemurnian dari bahan penyusun gelas. Semakin murni bahan gelas, semakin sedikit cahaya yang diserap oleh serat optik.

Macam-macam serat optic

1. Berdasarkan Mode yang dirambatkan :

  • Single mode : serat optik dengan core yang sangat kecil, diameter mendekati panjang gelombang sehingga cahaya yang masuk ke dalamnya tidak terpantul-pantul ke dinding cladding.
  • Multi mode : serat optik dengan diameter core yang agak besar yang membuat laser di dalamnya akan terpantul-pantul di dinding cladding yang dapat menyebabkan berkurangnya bandwidth dari serat optik jenis ini.

2. Berdasarkan indeks bias core :

  • Step indeks : pada serat optik step indeks, core memiliki indeks bias yang homogen.
  • Graded indeks : indeks bias core semakin mendekat ke arah cladding semakin kecil. Jadi pada graded indeks, pusat core memiliki nilai indeks bias yang paling besar. Serat graded indeks memungkinkan untuk membawa bandwidth yang lebih besar, karena pelebaran pulsa yang terjadi dapat diminimalkan. klik disini

budaya dan konsep teknologi


A. BUDAYA DAN KONSEP TEKNOLOGI
Definisi

Mendefinisikan konsep teknologi secara tepat memerlukan pemikiran mengenai manusia dan aspek sosial yang ada. Banyak orang mengidentifikasi teknologi hanya dengan aspek teknis karena anggapan bahwa teknologi selalu berurusan dengan mesin, teknik, dan segala aktivitas untuk menjalankan sesuatu. Kata ’Teknologi’ terkadang digunakan oleh orang orang dengan pemikiran terbatas dan juga oleh orang orang dengan pemikiran yang lebih luas. Ketika orang orang dengan pemikiran terbatas mendefinisikan teknologi, maka aspek budaya akan ditempatkan sebagai bagian diluar teknologi, teknologi hanya terbatas pada masalah teknik. Sedangkan bagi orang orang dengan pemikiran yang lebih luas, teknologi dikaitkan dengan ’technology practice’ atau kegiatan praktik dari teknologi yang tentu saja tidak bebas nilai karena akan berhubungan dengan tujuan penggunaan teknologi, aspek budaya, dan kondisi sosial yang ada. Beberapa definisi yang sifatnya formal menyebutkan bahwa, teknologi adalah hasil dari pengetahuan ilmiah yang teroganisir dan diaplikasikan secara sistematis ke dalam hal hal yang bersifat praktis.Secara eksplisit, teknologi dianalogikan sebagai ’hardware’ dimana manusia sebagai pengguna dan teknologi sebagai alat yang digunakan. Namun, selanjutnya perkembangan di bidang teknologi menyebutkan bahwa teknologi lebih dari hanya sekedar ’hardware’. Teknologi merupakan ’liveware’ karena organisme – organisme hidup setidaknya bergantung pada teknologi. Selain pendefinisian teknologi’, pendefinisian kata ’ teknikal’ dan ’teknologikal’ juga menjadi perbincangan. Pendefinisian kedua konsep itu membutuhkan deskripsi atau contoh kasus agar lebih mudah dipahami. Dan pada akhirnya, menurut Arnold Pacey, konsep teknikal lebih mengarah pada pengaplikasian suatu produk teknologi untuk memecahkan suatu masalah. Sedangkan ’teknologikal’ merupakan konsep yang lebih luas, tidak hanya terpaku pada hal hal yang sifatnya teknikal.

Latar belakang dan Nilai Nilai masyarakat

Sistem teknologi meliputi manusia dan mesin. Tingkatan keduanya adalah setara. Namun pada kenyataannya manusia, karena merasa dirinya sebagai ’user’ dari mesin, seringkali memposisikan diri lebih tinggi. Hal tersebut berkaitan dengan budaya yang terjadi di masyarakat. Ketika sebuah mesin produk teknologi mengalami kerusakan, seringkali yang dislahkan adalah mesin itu sendiri. Mesin yang buruk, tidak tahan lama, kurang canggih, dan alasan lainnya. Manusia sering mengesampingkan alasan bahwa mesin itu kurang dirawat oleh manusia. Manusia cenderung terfokus pada aspek teknik dari setiap masalah yang bersifat praktis. Dan mereka lalu mulai berfikir tentang kemampuan luar biasa lainnya yang dapat diciptakan melalui teknologi. Manusia makin mengharapkan teknologi dapat menyelesaikan setiap masalah.Yang perlu disadari, teknologi tidak selamanya dipuja dan dibutuhkan begitu saja oleh masyarakat di seluruh dunia. Teknologi juga harus diiringi dengan perkembangan pendidikan dan pengetahuan. Menjamurnya teknisi teknisi yang ahli juga tidak akan berpengaruh apa apa jika mayoritas penduduknya tidak terpelajar. Masyarakat tersebut akan menganggap teknologi tak ubahnya seperti alien. Dengan demikian, perkembangan teknologi tidak dapat netral dan berdiri sendiri. Perkembangan teknologi harus diimbangi dengan perkembangan sosial, pendidikan, dan kebudayaan.

Pengukuran Kemajuan Teknologi

Manusia terbiasa terfokus pada produk teknologi dibandingkan dengan aktivitasnya sehari hari. Karena itulah kemajuan teknologi sering diukur dengan melihat pada berbagai macam produk teknologi yang baru diciptakan, serta jumlahnya yang meningkat. Sebagai contoh, pada awal tahun 1600, penemuan seperti mesin cetak, kompas megnetis menjadi bukti dari kemujuan teknologi. Dan semakin berkembangnya zaman, ditemukan pula mesin uap dan lampu elektrik.Berbagai tipe mesin bermunculan untuk menunjukkan perkembangan yang bertahap dalam jangka waktu yang lama. Kemajuan teknologi dianggap melaju secara konsisten dan diukur melalui grafik.Nicholas Rescher, seorang ahli statistik dan diagram menyatakan bahwa konsistensi dari kemajuan teknologi adalah hal yang lumrah. Namun cara pandang tersebut ternyata memiliki kelemahan yang fatal. Dengan keadaan yang konsisten, kemajuan teknologi menjadi tidak dinamis. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa kemajuan salah satu dimensi membuat kemunduran dimensi yang lain menjadi dikesampingkan. Contohnya di dunia pertanian. Jumlah produksi pertanian dikaitkan dengan faktor tanah, SDM, dan energi yang berlimpah. Padahal belum tentu untuk mencapai panen yang berlimpah harus memiliki SDM, energi, dan tanah yang banyak. Kemajuan panen tidak hanya berkisar diantara faktor tersebut saja. Apalagi fakta bahwa di Amerika serikat yang memiliki lahan sangat luas tidak menjadikan hasil pertaniannya serta merta meningkat dan berlebih.Tingginya tihasil pertanian juga disebabkan oleh aspek organisasional, hal tersebut juga dilihat dari perbandingan jumlah hewan ternak dan hasil panennya. Kemajuan teknologi di bidang pertanian dapat dilihat dari munculnya pupuk kimia dan traktor. Dengan traktor, para petani tetap dapat membajak sawah walaupun dalam kondisi iklim yang tidak mendukung. Berpindahnya penggunaan mesin uap menjadi penggunaan turbin raksasa juga dijadikan sebagai ukuran kemajuan teknologi.

Organisasi Kerja

Intepretasi dalam hal kemajuan teknologi bersifat linear. Pada tahun1840, kemajuan di bidang pertanian dikaitkan dengan revolusi Industri. Dengan demikian kejadiannya bersifat searah. Pola intepretasi yang linear memunculkan pernyataan bahwa perkembangan yang terjadi di bidang teknologi, dalam hal ini perkembangan pabrik pabrik yang menggunakan mesin uap, memunculkan sistem ekonomi kapitalis. Namun opini tersebut tidaklah sepenuhnya tepat. Buktinya, pabrik yang ada pada saat revolusi industri dan menggunakan sistem kapitalis mengaku sama sekali tidak bergantung pada terciptanya mesin uap. Banyak negara eropa,yang masih menggunakan tenaga kuda sebagai sumber energi mereka. Sebenarnya, peranan produk teknologi seperti mesin mesin yang diciptakan bukanlah hal yang terpenting. Yang paling penting adalah bagaimana sistem manjemen pabrik di dalamnya. Sebagai bukti, sebuah pabrik di kawasan Eropa lebih memilih menggunakan tenaga kerja manusia dibandingkan mesin mesin canggih yang pada saat itu telah beredar. Pemilik pabrik berpendapat bahwa, dengan membawa pekerja pekerja melalui pelatihan kerja yang terawasi, mereka dapat menyelesaikan pekerjaan dengan baik, bahkan karena lingkungan yang kondusif, pencurian sejumlah material dapat dihentikan. Yang terpenting adalah esensi dari manajemen yang baik. Penumbuhan rasa disiplin dan pengkoordinasian antara atasan dengan bawahan yang baik merupakan sistem yang baik.Perubahan di dalam organisasi kerja dapat dilihat dari makin berkembangnya tenaga kerja yang dibutuhkan. Satu divisi kerja dapat dipecah menjadi beberapa divisi kerja baru yang berarti membuka peluang kerja bagi tenaga kerja yang baru. Dan mulailah penggunaan mesin dilakukan untuk mempermudah pekerjaan yang ada. Dengan demikian keahlian khusus mulai jarang dibutuhkan. Pada era selanjutnya, dimana para ‘draftman’ bermunculan, penggunaan komputer mulai terjadi. Komputer digunakan untuk membuat gambar. Para desainer membuat gambar menggunakan VDU, yaitu papan gambar elektronik. Dengan demikian gambar akan dihasilkan secara lebih mendetail dan lebih cepat.Selain itu muncul pula program pemprosesan data yang berguna untuk membuat dokument atau tulisan. Tidak diragukan lagi, komputerisasi dapat membantu kita mengatasi kompleksitas dunia modern. Mikroprosesor memfasilitasi berbagai macam peralatan menjadi lebih efisien dan terbentuk rapi dalam satu wadah. Komputer memudahkan jalinan hubungan yang terjadi diantara manusia.

Penentuan keputusan dan Pergerakan dalam Kemajuan

Saat ini, pola – pola baru mengenai organisasi harus ditemukan sebelum inovasi atau teknik di dalam teknologi bermunculan. Organisasi kerja dianggap lebih penting dibandingkan dengan produk teknologi yang dihasilkan oleh organisasi kerja tersebut.Dibandingkan pernyataan bahwa mesin uap james watt memimpin revolusi industri, mungkin lebih pantas dikatakan bahwa perkembangan organisasi pabrik memberikan kesempatan pada james watt untuk menyempurnakan penemuannya.Kebanyakan penemuan dibuat dengan tujuan sosial tertentu, namun banyak pula yang terpengaruh oleh berbagai hal dan menyebabkan penemuan penamuan tersebut tidak sesuai dengan harapan manusia. Inovasi selanjutnya akan dilihat sebagai hasil dari siklus dari faktor sosial, kultural, dan teknikal.Teknologi bukan sesuatu yang berada di luar konsep sosial. Sosial dan teknologi saling berkaitan satu sama lain. Inovasi bukan hanya hasil dari logika yang rasional. Di dalamnya juga terkandung tujuan dan maksud tertentu. Inovasi juga merefleksikan kesadaran tentang kemungkinan dan kesempatan yang berhubungan dengan maslah ekonomi. Pergerakan inovasi dan kemajuan teknologi, secara khusus, dapat dilihat dari penggunaan manusia sebagai tenaga kerja menjadi penggunaan mesin dan komputer. Selain itu industri yang bersifat agrikultur mulai bergerak menjadi industri yang bersifat otomotif.

Budaya Para Ahli

Di kalangan praktisi, perbedaan bidang studi menyebabkan budaya teknologi yang berbeda pula. Di bidang kedokteran, teknologi berkisar pada cara cara menyembuhkan pasien. Hal ini berarti bagi seorang dokter, teknologi digunakan untuk mengobati, bukan mencegah. Sedangkan di bidang teknisi, teknologi digunakan untuk mencegah suatu masalah. Contohnya adalah penciptaan alarm kebakaran yang digunakan untuk mencegah kebakaran, atau kamera pengintai yang dapat mencegah pencuri masuk. Dalam dunia kedokteran ditemukan istilah ’Halfway technology’ atau teknologi separuh jalan. Teknologi ini dapat didefinisikan sebagai teknologi yang belum sepenuhnya dimengerti atau dikuasai oelh manusia. Dalam dunia kedokteran, teknologi seharusnya mencakup pada teknik – teknik yang bersifat efektif dan relatif murah. Namun, dalam dunia kedokteran dikenal pula tranplantasi organ atau kemotrapi yang disadari merupakan hal yang kompleks dan sulit dipahami. Hal itulah yang dimaksud dengan teknologi separuh jalan. Terkadang, pengetahuan yang sudah dimiliki dan dikuasai dengan mudah malah tidak digunakan, seseorang cenderung mempelajari dan mengadopsi teknologi baru yang lebih rumit dan canggih. Perbedaan budaya yang melahirkan perbedaan dalam memandang teknologi seringkali menimbulkan perdebatan. Contoh kasus terjadi diantara ahli lingkungan dengan sukarelawan mengenai hal penyebab kanker. Para sukarelawan bersikukuh menyatakan bahwa penyebab kanker rahim adalah hubungan seksual secara bebas. Para sukarelawan memberikan data data dan menyebutkan bahwa faktor lingkungan hanya berpengaruh sebesar 5 persen terhadap penularan penyakit tersebut. Lain halnya dengan ahli lingkungan yang menyatakan bahwa penyakit kanker rahim 40 persen disebabkan karena kondisi lingkungan, daerah kumuh dan miskin yang berhubungan dengan kesulitan menrawat diri dan mendapatkan air bersih,sampai hal lingkungan tempat suami bekerja. Perbedaan pendapat tersebut dilatarbelakangi oleh cara pandang setiap ahli terhadap masalah kanker. Para ahli lingkungan akan memandang dari segi lingkungan. Contoh lain terjadi dalam hal polusi udara, dimana para kimiawan merasa bahwa polusi merupakan murni masalah kimia, dan mereka benar benar tidak memasukkan unsur kelalaian manusia, atau unsur keadaan lingkungan yang sepi dari pepohonan. Para ahli seringkali hanya berdiri pada bidang keahliannya saja, mereka melupakan faktor faktor non ilmiah di luar aspek teknikal yang mereka yakini. Para ahli memandang teknologi dan semua maslah yang ada di dalamnya dari segi teknis, dan hanya sedikit memandang segi kultural sepertinilai nilai personal atau segi organisasional seperti aktivitas lingkungan. Mereka memperkecil cakupan menjadi hanya aspek teknis dimana aspek tersebut telah mereka kuasai secara mendetail.

sumber


HaDDuHg,,, PAaN IA???

HmH!!!!


TaDy Qt Bljr (jiaH!!!! Si IA Nec BljR) Ma Kul PerteKom,,,,,,


MaV Ia,,,, KyaK'y KuraNG SEmangaDh!!!!

KuraNG InterAktif Gitu,,,,


HaDDuGh!!!


KnP MesTi PaGi ia KuL'y?????



SusaH bgn PaGy nEc!!! pasTi Telad Dec,,,, maV Ia Pa,,,,, he,,,,



aMn Klu qt nak2, D kasih copian Materi,,, biar pas Bpk Lgy nerangin,, Qt Gag bengong,,,,



mav Ia pa,,,,,


But,,, Menyenangkan kog Kul'y...................

Hi,,,,,,

AkHirNya,,,,,,,,,


BiSSa JugHa D Blog Q AktiFn...... Hahhah...........................